Kamis, 10 September 2009

Renungan Pemberdayaan W/KI GMIM
Bina Ibu edisi Des 08-Jan09
Minggu 3 Januari 2009

Kejadian 26: 1-35 : Hidup adalah Perjuangan

Kita sedang menghirup udara tahun baru di minggu ketiga. Tentu segala kesibukan yang rutin telah mulai berjalan normal. Sebab, biasanya pada minggu pertama dan kedua, ada orang yang masih malas kerja, masih ingin menikmati libur natal dan tahun baru. Padahal tahun ini memerlukan orang-orang yang bukan hanya sehat dan kuat, melainkan juga orang yang rajin, tekun dan disiplin. Nah… pembacaan Alkitab kita ini menceritakan tentang :
1. Ishak yang harus pindah ke Gerar karena kelaparan di negeri asalnya. Di tempat yang baru ini (Gerar), Tuhan berfirman kepada Ishak. Isi Firman itu ialah pernyataan Tuhan Allah bahwa Ia akan menyertai dan memberkatinya dengan negeri tempat kediamannya dan dengan banyak keturunan. Dari keturunannya semua bangsa akan mendapat berkat. Mengapa Tuhan melakukan ini ? karena Tuhan mengingat ayahnya Ishak yaitu Abraham yang telah setia melakukan kehendak-Nya.
2. Ishak adalah seorang yang bertindak hati-hati. Ia kuatir kalau-kalau ia dibunuh bila orang mengetahui bahwa Ribka yang cantik itu adalah isterinya. Untuk itu ia tidak berterus terang bahwa Ribka adalah isterinya, melainkan saudaranya.
3. Ishak bekerja sebagai petani dan mendapatkan hasilnya seratus kali lipat. Ia diberkati oleh Tuhan. Makin lama ia makin kaya. Kekayaannya ini membuat orang Gerar/Filistin cemburu dan karena itu maka ia disuruh keluar dari Gerar.
4. Ishak berpindah tempat dan menetap di lembah Gerar. Tanah Gerar adalah tanah yang pernah ditempati oleh ayahnya Abraham. Pada zaman ayahnya banyak sumur yang digali. Tetapi sayang, sumur-sumur ini telah ditutup oleh orang Filistin. Saat Ishak berada di lembah Gerar, ia menggali kembali sumur-sumur itu. Ternyata di sumur-sumur itu terdapat banyak mata air yang sangat diperlukan oleh para gembala. Sempat terjadi pertengkaran di antara gembala Ishak dengan gembala orang Gerar.
5. Dari Gerar, ia berpindah ke Bersyeba. Di tempat ini Tuhan menampakkan diri dan berfirman agar ia tidak takut. Tuhan akan menyertai dan memberkatinya serta memberikan keturunan yang banyak. Ishak membuat mezbah dan memasang tenda di situ tempat tinggalnya dan para hambanya . Di tempat ini mereka menggali sumur.
6. Melihat keberhasilan Ishak yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, datanglah Abimelekh dari Gerar dan rombongannya menemuinya. Ishak menyambut mereka dengan mengatakan : bukankah kamu membenci aku dan menyuruh aku keluar dari tanahmu ? Ternyata kedatangan mereka karena mereka melihat bahwa Tuhan menyertainya. Mereka ingin mengikat perjanjian dengannya. Isi perjanjian itu ialah agar satu sama lain tidak berbuat jahat, tidak saling mengganggu. Akhirnya Ishak menjamu mereka.
Cerita ini hendak menyampaikan beberapa hal kepada kita yaitu :
1. Apa yang diimani Ishak adalah buah atau hasil didikan orangtuanya. Abraham telah berhasil menanamkan iman kepada Allah bagi anaknya. Sebab itu, setiap kali Allah berfirman kepada Ishak, nama ayahnya Abraham disebutkan. Bahwa Allah Abraham adalah juga Allah-nya Ishak. Dia itulah yang menyertai, memberkati, memberikan keturunan, memberi hasil yang berlipat ganda. Ketaatan Abraham menjadi dasar Allah memberi perhatian kepada Ishak. Ternyata Allah itu setia dengan janji-Nya. Ia dengan firman-Nya selalu ada bersama dan untuk Ishak.
2. Bagi Ishak, keluarga adalah hal yang utama. Untuk itu ia tidak mau kalau ia binasa hanya karena tidak trampil membawa diri. Ia sangat menjaga keharmonisan hubungan dengan orang lain. Saat disuruh keluar dari kampung Gerar, ia ikut saja. Namun pada saat ada kunjungan Abimelekh yang telah menyuruhnya keluar kampung, ia tidak dendam tetapi sebaliknya ia akhirnya menjamu mereka.
3. Ishak adalah contoh seorang yang selalu siap menghadapi kenyataan bahwa ia harus perpindah-pindah tempat. Ishak adalah sosok yang tidak mau ribut dengan orang lain. Ia lebih memilih pindah tempat untuk memulai dan membangun kehidupannya yang lebih baik. Ia adalah seorang pekerja keras dan ulet, seorang petani yang rajin serta kreatif. Menggali sumur adalah salah satu tanda bahwa ia ingin terus hidup dan menghidupkan. Air yang banyak sangat dibutuhkan dalam pertanian terutama untuk hewan peliharaan yang membantu kelancaran pekerjaan bertani.
4. Keturunan Ishak menjadi berkat bagi semua kaum di bumi. Keberadaan keluarga besarnya di manapun berada akan menjadi berkat. Jadi, mereka mendapat berkat untuk menjadi berkat bagi orang lain atau bagi siapa saja yang mereka jumpai.
Inilah pelajaran berharga bagi kita yang hidup sudah berpindah di tahun baru dan sedang menikmati kehidupan di tahun baru dengan segala kesempatan dan tantangan yang harus dihadapi. Percaya dan mempercayakan diri kepada-Nya adalah modal dasar melanjutkan hidup di tahun baru ini. Dialah Tuhan atas sejarah hidup kita sampai sekarang dan untuk seterusnya. Sebagai wujud penerimaan dan syukur kita di tahun baru ini ialah menjaga keharmonisan keluarga dan tetangga/jemaat/masyarakat. Agar keberlanjutan hidup yang sejahtera, maka kerja keras dan setia serta disiplin ditumbuh-kembangkan. Hidup ini harus diperjuangkan menurut maksud Tuhan. Hidup ini sebagai berkat Allah, dan karena bertanggungjawab menjadi berkat bagi orang lain atau siapa saja. Semoga Tuhan menolong kita. Amin

Pertanyaan :
1. Apa pendapat kita tentang Ishak yang tidak terus terang mengatakan bahwa Ribka adalah isterinya melainkan saudaranya ?
2. Apa tekad kita (pribadi dan persekutuan Wanita/Kaum Ibu) memasuki tahun baru ini ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar